BMT Syariah Al Wakil Turut Inisiasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Pacitan
Gerakan penguatan ekonomi syariah di Pacitan memasuki babak baru. Sejumlah akademisi dan pelaku keuangan syariah sepakat membentuk Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Pacitan sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis nilai-nilai syariah.
Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan pada Rabu (5/11), yang dihadiri oleh Ketua Prodi Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan Malta Anantyasari, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Attarmasi (IAIT) Pacitan Domi Cahyo Damai, serta Direktur Utama BMT Syariah Al Wakil Pacitan Susanto. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, namun menghasilkan diskusi mendalam mengenai urgensi literasi ekonomi syariah di daerah.
Malta menjelaskan bahwa pembentukan MES Pacitan berangkat dari keprihatinan bahwa prinsip syariah belum sepenuhnya hadir dalam praktik ekonomi keseharian masyarakat. “MES ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama. Nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan harus benar-benar dirasakan dalam aktivitas ekonomi, bukan sekadar menjadi teori,” ujarnya.
Dekan FEBI IAIT Pacitan, Domi Cahyo Damai, menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk terlibat aktif. “MES adalah gerakan bersama. Kampus siap berkontribusi melalui riset, pelatihan, dan pendampingan. Harapannya, ekonomi syariah dapat menjadi pilihan utama masyarakat Pacitan,” kata Domi.
Dari sisi dunia usaha, dukungan datang dari BMT Syariah Al Wakil. Susanto menyampaikan bahwa lembaganya siap berada di garis depan praktik ekonomi syariah di masyarakat. “Peran kami memastikan konsep ekonomi syariah tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat dipraktikkan secara sederhana dan manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat, selain juga harus benar-benar murni syariah sesuai prinsip Al-Qur'an dan As-sunah,” tegasnya.
Secara terpisah, Susanto juga berharap dengan bergabungnya BMT Syariah Al Wakil dalam Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pacitan dapat membawa banyak keuntungan strategis bagi lembaga dan masyarakat. Menurutnya, selain menjadi bagian dari upaya syiar dakwah melalui penguatan ekonomi syariah, keikutsertaan ini juga membuka peluang luas untuk memperkenalkan BMT Syariah Al Wakil kepada berbagai Lembaga, baik lembaga pemerintah, institusi pendidikan, kalangan pengusaha serta masyarakat umum di Pacitan. Dengan demikian, lanjut Susanto, sinergitas antara masyarakat dan BMT Syariah Al Wakil dapat terjalin dengan baik, sehingga upaya menerapkan hukum Allah di bidang ekonomi bisa benar-benar terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, MES Pacitan akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi keuangan, pelaku UMKM, Tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah. Sejumlah program direncanakan, di antaranya edukasi literasi keuangan syariah, pelatihan usaha halal, pendampingan UMKM, dan penguatan lembaga keuangan mikro syariah.
Langkah awal ini diharapkan menjadi titik gerak bersama menuju ekonomi yang lebih adil, bermartabat, dan memberdayakan masyarakat Pacitan sesuai prinsip syariah.

