Kunjungan Silaturahmi BMT Syariah Al Wakil ke BMT UMY



Menjalin Sinergi Antar lembaga Keuangan yang Benar-Benar Syariah

Dalam upaya memperkuat jaringan kelembagaan dan meneguhkan komitmen terhadap keuangan berbasis syariah yang sejati, BMT Syariah Al Wakil melakukan kunjungan silaturahmi ke BMT UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Kunjungan ini bukan sekadar temu ramah antar lembaga keuangan mikro syariah, melainkan bagian dari langkah strategis untuk memperluas wawasan, memperdalam praktik manajemen kelembagaan, serta menjajaki rencana studi banding yang lebih terarah dan produktif.

(Kunjungan BMT Syariah Al Wakil ke BMT UMY 04 Okt 2025)

1. Silaturahmi yang Menguatkan Persaudaraan Antar Lembaga

Silaturahmi ini menjadi momentum penting bagi BMT Syariah Al Wakil dalam membangun jejaring ukhuwah ekonomi Islam. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, perwakilan dari kedua lembaga membahas berbagai hal terkait pengelolaan kelembagaan, strategi pemberdayaan anggota, dan penguatan sistem manajemen berbasis syariah.

Sebagaimana diketahui, BMT UMY merupakan salah satu lembaga keuangan mikro yang lahir dari semangat kampus Muhammadiyah dalam mengembangkan ekonomi umat. Dengan reputasi yang “Lengkap & Terpercaya”, BMT UMY menjadi contoh sukses bagaimana lembaga keuangan syariah bisa tumbuh kuat dengan pondasi manajemen modern dan ruh keislaman yang kokoh.
BMT Syariah Al Wakil melihat BMT UMY sebagai mitra sekaligus inspirasi, terutama dalam penerapan prinsip tata kelola syariah dan layanan berbasis teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan dan keberkahan.

Kunjungan ini juga menjadi wujud nyata dari misi BMT Syariah Al Wakil untuk terus belajar dan memperluas cakrawala, agar semakin siap dalam memberikan pelayanan yang maslahat bagi anggota, masyarakat, dan umat secara luas.

2. Rencana Studi Banding: Membangun Lembaga yang Belajar dan Tumbuh Bersama

Dari hasil silaturahmi tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama lebih lanjut, termasuk rencana studi banding BMT Syariah Al Wakil ke BMT UMY. Studi banding ini direncanakan sebagai ajang pembelajaran langsung, di mana tim BMT Syariah Al Wakil dapat melihat secara nyata bagaimana sistem operasional, pelayanan anggota, dan tata kelola keuangan di BMT UMY dijalankan secara efektif dan efisien.

Studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda formalitas, melainkan sebagai proses transfer knowledge dan best practice antar lembaga. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari BMT UMY, mulai dari pengembangan produk keuangan syariah yang inovatif, sistem informasi manajemen yang terintegrasi, hingga strategi penguatan modal berbasis partisipasi anggota.

BMT Syariah Al Wakil menilai bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting dalam membangun gerakan ekonomi Islam yang saling menguatkan, bukan bersaing secara tidak sehat. Dengan saling berbagi pengalaman dan ilmu, masing-masing lembaga dapat tumbuh bersama dalam satu visi besar: mewujudkan sistem keuangan syariah yang tidak hanya berlabel “syariah”, tetapi benar-benar murni sesuai prinsip Al-Qur’an dan Sunnah.


3. Keuangan Syariah Bukan Sekadar Label, Tapi Prinsip Hidup

Dalam berbagai diskusi dan refleksi yang muncul selama kunjungan, satu pesan penting mengemuka: keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel syariah. Banyak lembaga keuangan yang mengklaim dirinya syariah, tetapi masih menjalankan praktik yang secara substansi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah.
Inilah yang menjadi kegelisahan dan sekaligus semangat perubahan bagi BMT Syariah Al Wakil.

Menurut pandangan BMT Syariah Al Wakil, syariah bukan sekadar nama atau atribut, melainkan sistem nilai yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Dalam praktiknya, lembaga keuangan syariah harus benar-benar menjaga kemurnian akad, keadilan dalam pembagian hasil, serta transparansi dalam seluruh kegiatan usaha.

BMT Syariah Al Wakil terus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap transaksi, produk, dan layanan yang diberikan tidak menyimpang dari nilai-nilai syariah yang hakiki. Prinsip-prinsip seperti akad yang sah, tanpa riba, tanpa gharar (ketidakjelasan), tanpa maisir (spekulasi), serta berorientasi pada keadilan dan keberkahan menjadi fondasi utama.

Dalam konteks ini, sinergi dengan lembaga seperti BMT UMY menjadi sangat penting. BMT UMY yang memiliki struktur pengawasan syariah yang kuat dan sistem manajemen profesional, bisa menjadi mitra ideal bagi BMT Syariah Al Wakil dalam memperkuat penerapan prinsip syariah yang benar-benar murni.


4. Sinergi untuk Kekuatan Ekonomi Umat

Salah satu nilai utama dari silaturahmi ini adalah terbangunnya semangat sinergi antar lembaga. BMT Syariah Al Wakil percaya bahwa kekuatan ekonomi umat Islam tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Lembaga keuangan syariah harus saling bahu-membahu, saling memperkuat, dan saling berbagi.

Sinergi bukan hanya dalam bentuk kerja sama produk atau layanan, tapi juga dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan dakwah ekonomi Islam. Dengan adanya kolaborasi yang solid, masing-masing lembaga bisa saling mengisi kekurangan dan memperkaya kelebihan.
Konsep ta’awun (tolong-menolong) yang diajarkan dalam Islam menjadi prinsip dasar dalam membangun jaringan ekonomi umat.

Melalui kerja sama yang baik antara BMT Syariah Al Wakil dan BMT UMY, diharapkan akan lahir program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, terutama untuk masyarakat bawah. Baik dalam bentuk pembiayaan mikro, pendampingan usaha, maupun edukasi literasi keuangan syariah bagi masyarakat luas.


5. Membumikan Lembaga Keuangan Syariah: Dari Teori ke Aksi Dakwah Ekonomi

Salah satu tantangan terbesar lembaga keuangan syariah saat ini adalah bagaimana menjadikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat. Banyak masyarakat yang masih menganggap lembaga syariah hanya sebagai alternatif dari sistem konvensional, padahal semestinya lembaga syariah adalah solusi utama bagi umat.

Oleh karena itu, BMT Syariah Al Wakil memandang penting untuk membumikan lembaga keuangan syariah — menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari umat Islam, bukan sekadar wacana.
Hal ini sejalan dengan visi besar dakwah melalui ekonomi: bahwa ekonomi adalah salah satu medan dakwah yang paling strategis untuk menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Dengan membumikan lembaga keuangan syariah, maka masyarakat bukan hanya memahami konsep riba itu haram, tetapi juga mendapatkan solusi nyata bagaimana bertransaksi tanpa riba, bagaimana menabung, berinvestasi, dan berbisnis sesuai syariat.

BMT Syariah Al Wakil bertekad menjadikan lembaga keuangan syariah sebagai sarana dakwah yang hidup — dakwah bil hal — yang menghadirkan nilai-nilai Islam dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Melalui produk simpanan, pembiayaan usaha, dan layanan sosial seperti zakat, infak, dan sedekah, BMT Syariah Al Wakil ingin menunjukkan bahwa ekonomi Islam bukan sekadar teori, tapi sistem yang aplikatif dan penuh keberkahan.


6. Menatap Masa Depan Bersama: Kolaborasi, Keberkahan, dan Keberlanjutan

Kunjungan ke BMT UMY menjadi langkah awal yang penuh makna bagi perjalanan panjang BMT Syariah Al Wakil dalam memperkuat peran dan kontribusinya bagi umat.
Silaturahmi dan studi banding ini bukan hanya untuk memperluas wawasan manajerial, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat baru: bahwa membangun lembaga keuangan syariah adalah bagian dari ibadah dan dakwah.

BMT Syariah Al Wakil menyadari bahwa keberhasilan lembaga keuangan syariah tidak diukur semata dari besarnya aset atau jumlah anggota, tetapi dari seberapa besar manfaat dan keberkahan yang mampu dihadirkan bagi masyarakat.
Dengan menjalin sinergi bersama BMT UMY, BMT Syariah Al Wakil berharap dapat mempercepat proses transformasi menuju lembaga yang unggul, modern, profesional, dan benar-benar berprinsip pada nilai-nilai Islam.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menjadi inspirasi bagi BMT Syariah Al Wakil dan BMT UMY untuk terus memperkuat kerja sama, saling menolong, dan saling meneguhkan dalam perjuangan ekonomi umat.


7. Penutup: Membangun Peradaban Ekonomi Islam yang Hakiki

Kunjungan silaturahmi BMT Syariah Al Wakil ke BMT UMY adalah langkah kecil menuju tujuan besar: membangun peradaban ekonomi Islam yang adil, berkah, dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan globalisasi dan sistem ekonomi modern yang kerap menjauh dari nilai-nilai moral, kehadiran lembaga-lembaga keuangan syariah menjadi oase harapan bagi umat Islam. Namun, harapan ini hanya bisa terwujud jika lembaga-lembaga tersebut benar-benar konsisten menjalankan prinsip syariah secara utuh.

Sinergi, kolaborasi, dan komitmen terhadap kemurnian syariah menjadi kunci utama untuk mencapai visi tersebut.
BMT Syariah Al Wakil, melalui silaturahmi dan rencana studi banding ke BMT UMY, ingin menunjukkan bahwa perjuangan membangun ekonomi Islam adalah perjuangan kolektif, yang membutuhkan kerja sama lintas lembaga, generasi, dan wilayah.

Semoga langkah ini menjadi awal yang penuh keberkahan, menguatkan ukhuwah antar lembaga, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Karena sesungguhnya, ekonomi syariah bukan sekadar sistem keuangan, tetapi juga jalan dakwah menuju keberkahan hidup dunia dan akhirat.